SEJARAH KRIPTOGRAFI…..

Kriptografi???

Kriptografi merupakan teknik penyembunyian informasi rahasia, biasanya berupa teknik matematis, coding, maupun cara lainnya dengan tujuan agar pesan yang disimpan atau ditransmisikan hanya bisa diketahui oleh pihak yang berkepentingan saja.

Sebenarnya kriptografi sudah berkembang sejak 4000 tahun yang lalu, tepatnya di Mesir yaitu berupa Hieroglyph. Semua yang membahas sejarah kriptografi ini dapat secara lengkap kita pelajari dalam buku karangan David Kahn yang berjudul The Codebreakers. Teknik penyembunyian pesan pada zaman dahulu kebanyakan menggunakan metode enkripsi dengan paper and pencil, masih disebut kriptografi klasik. Berbeda dengan kriptografi modern yang sekarang, dimana enkripsi menggunakan sumber daya komputasi yang semakin berkembang.

Sejarah kriptografi zaman dulu pun pernah menyebutkan tentang scytale, merupakan penyandian dengan menggunakan daun papyrus yang dililitkan pada batang pohon yang mempunyai diameter tertentu. Pesan(plaintext) ditulis secara horisontal pada daun papyrus, selanjutnya setelah daun dilepas, maka yang akan terlihat pada daun papyrus yang panjang itu hanyalah rangkaian huruf yang tak berarti/ tidak membentuk kata(ciphertext). Scytale ini dulu digunakan oleh tentara Sparta di Yunani.

Ada juga Caesar cipher yang digunakan oleh raja Yunani Kuno, Julius Caesar. Metode enkripsi ini dilakukan dengan menggeserkan suatu karakter. Misalkan dengan kunci A = C, kita akan menyandikan KRIPTOGRAFI, maka cipherteksnya NULSWRJUDIL. Caesar cipher ini merupakan metode paling sederhana dalam enkripsi pesan dengan 26 kemungkinan kunci.

Kemudian Tatto, yang digunakan oleh Herodotus untuk mengirimkan pesan rahasia. Yakni dengan membotaki kepala budak/kurirnya, lalu kepala budak tersebut ditulisi pesan. Rambut budak dibiarkan tumbuh, dan setelah itu budak tersebut dikirim ke tujuan. Untukmembaca pesan, kepala budak dicukur kembali. Namun cara seperti itu memakan waktu yang cukup lama dan kurang efektif.

Di India pun sandi digunakan oleh para pecinta (lover) untuk berkomunikasi rahasia, seperti disebutkan dalam buku Kama Sutra.

Pada awal perkembangan agama Kristen, pernah dikenal angka 666 yang menyatakan cara kriptografis untuk menjaga tulisan religi dari gangguan otoritas politik ataupun budaya. Dalam kitab Perjanian Baru, angka ini lebih dikenal sebagai Angka si Buruk Rupa (Number of the Beast).

Kemudian sejarah ke depan, dimana ditemukan mesin-mesin sandi. Ditemukannya telegram Zimmermann yang membawa Amerika pada Perang Dunia I. Dahulu pada zaman Perang Dunia II, Jerman dan dan Jepang menggunakan kriptografi dalam keperluan militernya, yakni Jerman dengan Enigma-nya dan Jepang dengan Purple. Namun akhirnya, pemecahan algoritma mesin sandi Jerman, Enigma, akhirnya menyebabkan berakhirnya Perang Dunia II.

Sebenarnya masih banyak lagi sistem sandi klasik dan sejarah sejarah perkembangan kriptografi yang lainnya. Makanya untuk lebih lengkapnya kita bisa membaca The Codebreakers.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • [ It’s Me, AENI ]

    Meski hanya sebuah blog yang sederhana, namun dengan niat berbagi dan bertukar informasi tentang dunia Islam, Travelling dan Kriptografi, semoga bisa bermanfaat....

  • Blog Stats

    • 144,162 hits