“Crypto” cs “persandian”

Kriptologi dan persandian merupakan dua istilah yang berbeda. Perlu adanya penjelasan yang terperinci sehingga dapat dibedakan secara spesifik. Kriptologi berbeda dengan persandian.

1. Di dalam Handbook of Applied Cryptography, kriptologi didefinisikan sebagai studi yang mempelajari kriptografi dan kriptanalisis. Kriptologi mencakup dua cabang ilmu: 1) Kriptografi, yang mempelajari cara-cara (sistem, metode) penyandian (enkripsi) secara matematis. 2) Kripanalisis meneliti metode-metode memperoleh teks berita (teks terang) dari teks sandi yang inkoheren itu. Dari perilaku huruf-huruf teks sandi dicari indikator-indikator yang mengarah ke gejala-gejala menuju ke pembentukan kata-kata, umpamanya distribusi frekuensi huruf-huruf mono-, bi- atau triliteral, pengulangan rangkaian huruf-huruf (repeated sequences), pola-pola kata (idiomorf), dan lain sebagainya. Probable words (kata-duga) atau isi-duga (probable content) juga sangat membantu keberhasilan kripanalisis.

  • Kriptografi menurut Bruce Schneier dalam Applied Cryptography adalah ilmu atau seni untuk menjaga kerahasiaan berita. Definisi lainya menurut A. Menezes, P. Van Oorschot dan S. Vanstone dalam Handbook of Applied Cryptography adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi.

Menurut definisi diatas, kriptologi merupakan ilmu. Ilmu tersebut menggunakan teknik-teknik matematika.

2. Persandian memiliki kata dasar sandi. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, sandi memiliki arti kode atau rahasia. Persandian memiliki penjelasan sebagai segala yang berhubungan atau berkaitan dengan sandi menyandi. Persandian merupakan kata yang mencakup segala hal baik itu kegiatan, sumber daya manusia, peralatan, ilmu maupun cara yang digunakan untuk menyandi. Sandi merupakan suatu perjanjian/ kesepakatan antara dua pihak atau lebih. Tanpa suatu perjanjian, maka sandi tidak berjalan. Meskipun bertujuan untuk membuat sesuatu objek menjadi tidak terlihat atau tidak terbaca, namun ada pihak lain yang menjadi pihak yang berhak dan harus mengetahui isi pesan yang disampaikan. Yang menjadi subjek penyandian yaitu data/ info tertulis, kegiatan, manusia, lokasi, peralatan dan sebagainya yang membutuhkan teknik pengkodean atau perahasiaan. Yang menjadi subjek dalam penyandian yakni manusia atau pun peralatan (hardware maupun software).

Dari pendefinisian tersebut menjelaskan bahwa persandian memiliki arti yang sangat luas. Hal ini dikarenakan persandian mencakup berbagai macam bidang dalam sandi menyandi. Cakupan tersebut membuat persandian harus dilihat dari berbagai macam sisi agar dapat melihatnya secara utuh. Dikarenakan luasnya cakupan dalam persandian, maka persandian pasti berhubungan dengan berbagai disiplin ilmu maupun hal yang lainya.

Dalam buku Jelajah Kriptologi (2007) terdapat skema mengenai domain persandian. Satu area merupakan domain persandian, dimana area tersebut beririsan dengan berbagai domain yang lainya seperti ilmu sains dan matematika, teknologi informasi dan komunikasi, serta inteljen. Setiap area persandian yang beririsan dengan area lainya menghasilkan area irisan yang memiliki nama sendiri. Irisan antara persandian dengan ilmu sains dan matematika menghasilkan kriptologi. Irisan antara persandian dengan inteljen mengasilkan pengamanan informasi dan kriptanalisis. Irisan antara persandian dengan teknologi informasi dan komunikasi menghasilkan suatu software atau hardware kripto.

Persandian dan kriptologi merupakan dua domain yang berbeda. Persandian bisa meliputi kegiatan, teknologi, ilmu dan seni. Sedang jika dikaitkan dengan ilmu sains serta matematika, maka suatu ilmu dan teknik untuk mendukung persandian ini disebut sebagai kriptologi. Kriptologi merupakan ilmu. Dengan kriptologi, maka aspek-aspek keamanan seperti confidentiality, integrity dan availability bisa dicapai dengan menerapkan fungsi-fungsi keamanan yang berkaitan dengan sains dan matematika. Untuk bisa mendapatkan kerahasiaan (confidentiality) maka diperlukan teknik enkripsi dan dekripsi. Enkripsi dan dekripsi merupakan fungsi invers yang saling berketergantungan. Intergity bisa dicapai dengan fungsi hash atau digital signature. Fungsi hash memanfaatkan teknik matematis yang memungkinkan hasil dari suatu perhitungan tidak bisa diinverskan ke bentuk semula (memetakan string dengan panjang sembarang ke bentuk string dengan panjang tertentu). Digital signature memanfaatkan penggunaan bilangan prima misalnya seperti RSA yang kemudian dikombinasikan dengan elliptic curve yang beroperasi pada suatu Galois field. Atau sains selain matematika seperti penggunaan DNA sebagai salah satu fingerprint untuk proses otentikasi, pemanfaatan gerakan mouse, keyboard atau pemanfaatan sinyal listrik sebagai generator kunci.

Persandian jika berhubungan dengan teknik-teknik kriptografi dan ICT nantinya akan menjadi suatu bentuk crypto engineering. Persandian tidak hanya sebatas kegiatan dan ilmu untuk merahasiakan/ mengkodekan pesan ke bentuk yang tidak bisa dimengerti maliankan juga merupakan usaha dan teknik untuk memecahkan (menganalisis) kode/ pesan tersembunyi.

Kriptologi merupakan ilmu dan teknik, bukan sebagai kegiatan. Kriptografi ini murni berupa teknik pengamanan informasi yang dikaitkan dengan komunikasi, telekomunikasi dan komputasi. Di dalam kriptologi tidak akan pernah membahas bagaimana cara mengamankan peralatan, lokasi, dsb (pengamanan fisik), pengamanan personil tanpa teknik matematis/ sains. Namun dalam persandian, maka pengamanan bisa meliputi segala bentuk objek baik fisik, SDM, kegiatan, materiil, dokumen yang berisi informasi berklasifikasi, komunikasi, peralatan, dsb tanpa harus menggunakan teknik matematis.

Pelaku persandian disebut sebagai sandiman, sedangkan pelaku kriptologi atau lebih spesifiknya kriptografi disebut kriptografer. Seorang kriptografer tidak bisa disebut sebagai sandiman. Sedangkan seorang sandiman pasti bisa menjadi kriptografer. Hal ini dikarenakan ruang lingkup persandian lebih luas dibandingkan dengan lingkup kriptografi. Kriptografi hanyalah bagian kecil dari persandian. Persandian bisa berkaitan dengan domain lain seperti intelijen, TIK dan ilmu sains/ matematika. Sedangkan kriptologi bisa hanya berdiri sendiri sebagai ilmu.

(Mohon koreksinya apabila ada yang salah. Hanya mencoba menganalisis apa yang saya dapatkan saja).

3 Komentar

  1. blogwalkingan..😀
    nice post..😉
    saia sudah merasa rela ‘dipaksa’ belajar lebih byk mengenai kriptologi..:mrgreen:

    • ya jangan terpaksa donk ai klo blajar,..hehhe

  2. Buat mas/pak budi, makasih dah dibantu menjawab nih…^^


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • [ It’s Me, AENI ]

    Meski hanya sebuah blog yang sederhana, namun dengan niat berbagi dan bertukar informasi tentang dunia Islam, Travelling dan Kriptografi, semoga bisa bermanfaat....

  • Blog Stats

    • 144,162 hits