Blind Signature

Diumpamakan dalam suatu persuratan, dokumen surat Alice dimasukkan ke dalam sebuah amplop disertai dengan kertas karbon di dalamnya kemudian dikirimkan kepada Bob. Amplop disini dianalogikan sebagai blinded factor. Lalu Bob yang menerimanya menandatangani amplop tersebut tanpa mengetahui isi dari dokumen yang ada di dalam amplop. Kertas karbon yang ada di dalam amplop tersebut meninggalkan bekas tanda tangan Bob pada dokumen di bawahnya. Maka setelah itu Bob akan mengirim kembali dokumen beramplop tersebut pada Alice. Alice membuka amplop dan mengambil dokumen yang telah tertandatangani. Hal ini dianalogikan sebagai unblinded factor. Maka suatu saat jika Alice ingin melakukan transaksi menggunakan dokumen tersebut, maka Bob akan mengetahui bahwa Alice adalah authorized user tanpa mengetahui identitas dari Alice.

Pada teknik blind digital signature, secara garis besar ada 3 fungsi yang harus dimiliki:

1). Fungsi yang pertama misalnya adalah fungsi  s’ yang hanya diketahui oleh si pemilih dan fungsi lain  s  (invers dari fungsi  s’) yang diketahui oleh pihak lain. Dalam hal ini fungsi s dan s’ ini harus dapat memenuhi hubungan

s(s’(x)) = x

dan juga fungsi  s tidak boleh memberikan petunjuk apa pun yang berhubungan dengan fungsi s’.

2). Fungsi pengubah c dan pasangan inversnya, yaitu fungsi c’ yang memenuhi syarat

c’(s’(c(x))) = s’(x)

c(x) dan s’ tidak boleh memberikan petunjuk apa pun yang berhubungan dengan nilai x.

3). Fungsi  r yang dapat mengecek secara redundan untuk melakukan pengecekan ulang terhadap tanda tangan.

Protokol penggunaan fungsi – fungsi ini adalah sebagai berikut:

[1]. Pihak yang berwenang memberikan nilai acak pada  r(x) dan form  c(x) kemudian memberikan c(x) kepada si pemilih.

[2]. Pemilih membubuhi tanda tangan pada  c(x) dengan menggunakan fungsi  s’ dan mengembalikan nilai  s’(c(x)) kepada pihak yang berwenang.

[3]. Pihak yang berwenang kemudian melakukan pembubuhan tanda tangan dengan menggunakan fungsi  c’ yang akan menghasilkan  c’(s’(c(x))) = s’(x). Keabsahan nantinya dapat dicek dengan menggunakan fungsi  r dan kunci publiknya, r(s(s’(x))).

Implementasi dari  blind signature dapat dilakukan dengan menggunakan dasar dari algoritma RSA. Untuk lebih jelasnya akan kami berikan contoh implementasi dari blind signature. Besaran – besaran dalam algoritma ini adalah:

Besaran

Keterangan

m

Plaintext

m’

Ciphertext

d

Kunci dekripsi

e

Kunci enkripsi

N

Dibentuk dari 2 bilangan prima rahasia

r

Bilangan acak yang relatif prima terhadap N

Misalnya si pemilih membuat suatu dokumen  m dengan bilangan acak  r, dengan nilai  N dan kunci publik e yang sudah ditentukan dengan algoritma RSA biasa:

m’ ≡ mre (mod N)

Kemudian  m’ dikirim ke pihak yang berwenang. Karena nilai  r merupakan bilangan acak, maka  m’ tidak akan membocorkan informasi apa pun tentang dokumen m. Setelah itu pihak yang berwenang akan men-sign m’ menjadi:

s’ ≡ (m’)d (mod N)

Nilai s’ akan dikirim kembali kepada si pemilih yang dapat melakukan verifikasi pilihan dengan mencari nilai s dengan cara membuang blind factor:

s ≡ s’ * r-1 (mod N)

Hal ini berlaku karena red = r; oleh karena itu:

s ≡ s’ * r’-1 (mod N)

≡ (m’)dr-1 (mod N)

≡ mdredr-1 (mod N)

≡ mdrr-1 (mod N)

≡ md (mod N)

Referensi :

[1]. Schneier, Bruce, Aplied Cryptography 2nd, John Willey & Sons, 1996.

[2]. Menezes, Alfred J, Handbook of Applied Cryptography, CRC Press, 1996.

[3]. Stalling, William, Internet and Network Security, 1996

[4]. Munir, Rinaldi, Kriptografi, Informatika, 2006.

2 Komentar

  1. terima kasih ini sangat membantu presentasi

  2. You certainly earn a round of praise for your post and more specifically, your blog in general. Very high quality informations.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • [ It’s Me, AENI ]

    Meski hanya sebuah blog yang sederhana, namun dengan niat berbagi dan bertukar informasi tentang dunia Islam, Travelling dan Kriptografi, semoga bisa bermanfaat....

  • Blog Stats

    • 144,162 hits