My First Travelling, Banjarmasin dan Kotabaru, Kalsel

Ini kali pertama saya merasakan naik pesawat dan pertama kalinya saya mendapat tugas dinas ke luar pulau Jawa. Tepatnya pada tahun 2011, tahun pertama saya mulai bekerja. Oiya, pengalaman travelling di blog ini mayoritas adalah rejeki sampingan saya dari tugas kantor, dan tentunya ketika jam kerja pasti saya tidak bisa jalan-jalan. Waktu yang saya pergunakan untuk menikmati keindahan kota tujuan adalah waktu sisa dinas, yakni pagi setelah Subuh, sore atau malam hari.

Sampai di Banjarmasin, saya merasa takjub dengan kultur yang pasti berbeda dengan kultur di Jawa. Selama perjalanan menuju hotel, saya mendokumentasikan beberapa pemandangan dari dalam mobil (meski dengan kamera hp yang bisa dibilang masih sangat konvensional), seperti tugu Kapuas dan Jembatan Barito.

IMG00694-20111115-1034

IMG00691-20111115-0938Tempat menginap saat itu Kota Air Guest House, adalah sebuah hotel bertema pinggir sungai Kapuas, kita berasa berada di sebuah kamar tidur di atas air dan dapat melihat kapan air surut dan kapan air pasang kembali.

DSCN1465

DSCN1605

Saat pagi dan sore hari, saya sempat mencoba menaiki perahu kayu yang disewakan oleh warga sekitar menyusuri sungai Kapuas yang sangat lebar layaknya pantai. Namun sayangnya saya tidak sempat mendokumentasikan pasar apung khas Kalimantan Selatan, dimana aktivitas pasar dilakukan di atas perahu pada sungai Kapuas.

DSCN1578

DSCN1545

DSCN1591

Ini taman dekat hotel yang bertuliskan “Kapuas Kota Air”. Hehehe..ada sedikit penampakan karena saya tidak menemukan dokumentasi taman yang lain. Ijin bang, mohon dimaafkan sudah mempublish fotonya. Hihi…

DSCN1552Kemudian pada kesempatan lain, saya diberi kesempatan untuk kedua kalinya menginjakkan kaki di Kalimantan Selatan. Tempat yang saya kunjungi adalah Kabupaten Kotabaru. Saya harus transit di Banjarmasin dan melanjutkan penerbangan pada hari berikutnya karena letaknya berbeda pulau dengan provinsi Kalsel. Disana saya sempat berkunjung ke sebuah pantai yang saya tidak tahu namanya, letaknya berdampingan dengan bukit sehingga pinggir pantai terlihat hijau pepohonan. Masih sangat alami dan jernih, sehingga ikan cucut dan beberapa varian ikan laut dangkalpun banyak yang nampak dari atas permukaan air. Sayangnya hasil fotonya kurang bagus sehingga ikan-ikan di dalam foto tidak terlihat.

IMG-20141016-WA0012

IMG-20141016-WA0031Saya sempat mendapatkan cerita dari penduduk asli Kotabaru (suku Banjar), terdapat cerita nyata bahwa di pegunungan pada Pulau Halimun di Kotabaru terdapat sebuah kota ghaib. Kota Saranjana, konon katanya kota ini dihuni oleh sejumlah makhluk halus. Setiap tahun atau setiap ada festival di “kota” (penyebutan untuk daerah yang dihuni oleh manusia), mereka turun gunung ikut menghadiri acara/festival tersebut sehingga menjadi ramailah festival tersebut, sehingga jumlah orang di dalam keramaian tersebut menjadi jauh lebih banyak tidak sebanding dengan jumlah penduduk Kotabaru yang seharusnya lebih sedikit. Konon katanya jika ada seseorang yang tersesat di kota tersebut maka ia tidak akan dapat kembali ke dunia nyata. Namun, pernah ada cerita ada seorang pria yang sudah beristri pergi naik gunung, hilanglah dia dan tidak pernah kembali. Bertahun-tahun kemudian dia dapat kembali ke “dunia nyata” dan berkumpul lagi dengan keluarganya. Ia bercerita bahwa selama menghilang, dia sempat menikah dengan penduduk kota Saranjana dan menjalani kehidupan layaknya manusia. Orang sekitar bercerita bahwa peradaban di kota Saranjana jauh lebih modern ketimbang di daerah Kotabaru yang sebenarnya. Ada juga satu cerita lagi, pernah suatu saat ada orang dari Jakarta datang mengantarkan banyak pesanan mobil baru yang telah dibayar lunas, diantar ke suatu tempat yang menurut warga sekitar disebut sebagai kota Saranjana. Mendekati wilayah tersebut, pengantar mobil dijemput oleh seseorang menuju lokasi. Namun setelah kedatangan banyak mobil, warga merasa tidak pernah melihat bekas-bekas mobil baru dengan jumlah yang banyak tersebut. Besar kemungkinan menurut warga setempat bahwa mobil tersebut dipesan oleh penduduk kota Saranjana.

Untuk cerita lebih lengkap tentang kota Saranjana, kita bisa tengok blog sebelah https://jayputra9.wordpress.com/2012/11/02/saranjana-kota-ghaib-di-pulau-halimun/.

Oiya, dua hal yang tidak boleh dilupakan ketika berkunjung ke Kalsel, jangan lupa mencoba masakan kuliner khas Banjar yaitu Soto Banjar dan mencari souvenir ataupun oleh-oleh di Martapura. Saya sendiri belum menyempatkan diri berkunjung ke Martapura, katanya disana banyak souvenir dari batu biasa atau batu mulia yang banyak dicari oleh pria (tren batu akik 2015). Hihi…

soto banjarFoto ini saya ambil dari blog sebelah, karena saya lupa mendokumentasikan penampakannya.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • [ It’s Me, AENI ]

    Meski hanya sebuah blog yang sederhana, namun dengan niat berbagi dan bertukar informasi tentang dunia Islam, Travelling dan Kriptografi, semoga bisa bermanfaat....

  • Blog Stats

    • 144,162 hits