Menyusuri Ambon Manise, Kota Pattimura

Maluku merupakan pulau kecil, katanya dari ujung ke ujung pulau cukup ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan darat jika menaiki mobil pribadi. Ini pemandangan dari atas penginapan.

Sekitar Hotel Sea, WaiheruMengisi sela-sela waktu kosong, kita bisa berkunjung ke kampung Waai untuk melihat belut raksasa Morea. Di sana bukan hanya satu atau dua tapi banyak Morea yang sudah beranak pinak dan hidup bersama ikan-ikan air tawar lainnya. Pawang Morea akan menggunakan telur ayam yang sudah dipecah cangkangnya untuk menarik perhatian Morea keluar dari lubang bebatuan tempat persembunyiannya, karena Morea suka makan telur ayam.

CIMG0698   IMG02026-20130319-1517

IMG02033-20130319-1545

CIMG0713Jalan-jalan ke Ambon, terasa kurang lengkap jika tidak bertandang ke Pantai Natsepa. Pantai dengan air yang jernih dan tidak terlalu ramai. Di pinggir pantai, kita bisa mencoba rujak khas Ambon. Rujaknya tidak jauh berbeda rasa dan tampilan dengan rujak di pulau Jawa. Tapi…layak dicoba deh biar kunjungan ke Ambon-nya lebih afdhol.

IMG02036-20130319-1758Saking beningnya sampai terlihat rumput yang tumbuh di pantai tepi.IMG02041-20130319-1833

Ini tampilan rujak Ambon, abaikan gambar rokok di atasnya. Bukan saya pelakunya….

CIMG0750

Oiya, jangan lupa ke alun-alunnya kota Ambon (Lapangan Merdeka) untuk berfoto di depan tulisan raksasa “Ambon Manise”, berada tepat di depan kantor Gubernur Maluku. Di depannya lagi ada salah satu Gong Perdamaian Dunia yang dibangun di wilayah Indonesia. Sayangnya saya tidak sempat mendokumentasikan gambar Monumen Gong Perdamaian Dunia, hoho…

Gambar diambil saat malam hari dan pleaasseeeee..abaikan saya yang ikut nimbrung di anjungan Ambon Manise.

IMG02049-20130319-2225 Yang ingin relaks sejenak di Ambon, cobalah kunjungi pemandian air panas di Tulehu. Saya cukup menjadi penonton saja, biarlah para pria ini yang berendam di air panas.

CIMG0736Ngomong-ngomong tentang makanan, di Ambon saya sangat suka makan seafood yang notabene hampir semuanya masih fresh from the sea. Menu yang saya suka adalah ikan bakar dengan sambal Colo-Colo yang asam pedas segar, sambal asli Ambon dengan perpaduan cabai, tomat hijau, bawang merah dan bahan dasar lainnya

Oiya, oleh-oleh asli Maluku yang bisa dibawa pulang dan banyak dicari yaitu minyak kayu putih asli Pulau Buru. Oiya sebelum meninggalkan Ambon, jangan lupa juga mencicipi buah Gandaria, buah asli Ambon.

images

Gambar diambil dari Google.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • [ It’s Me, AENI ]

    Meski hanya sebuah blog yang sederhana, namun dengan niat berbagi dan bertukar informasi tentang dunia Islam, Travelling dan Kriptografi, semoga bisa bermanfaat....

  • Blog Stats

    • 144,162 hits