Palu, Sulawesi Tengah

Berkunjung ke Kota Palu, maka ada baiknya jika saat sore hari menyempatkan diri mampir untuk menikmati pantai Talise. Di sepanjang tepi pantai banyak pedagang kaki lima yang menjajakan camilan pisang cokelat keju dan wedang Sarabba khas Sulawesi (read: Makassar). Sambil duduk bersantai, asyik ngobrol bersama kawan dan menikmati pemandangan pantai dan bukit Donggala.

IMG02255-20130904-1623

Dari kejauhan terlihat Jembatan Ponulele, yang merupakan salah satu icon Kota Palu.

IMG02252-20130904-1553

Gambar jembatan Ponulele dari jarak dekat (sumber: Google)

jembatan-palu-iv-sulawesi

Yang paling penting jika berkunjung ke Palu, sangat recommended untuk mencoba santapan kuliner khas kota ini. Sajian berkuah yang nikmat disantap pas lagi panas-panasnya yaitu sop kaledo.  Sedapnyo… Kaledo merupakan singkatan dari kaki-lembu-Donggala. Donggala adalah sebuah nama kabupaten di Sulawesi Tengah yang terkenal sebagai daerah pelabuhan dan berpotensi dalam komoditi peternakan sapinya. Ketika memesan kaledo, kurang lebih kita akan diberikan tools berupa mangkok, pisau dan sedotan (jika memesan tulang sumsum Donggala). Lebih unik lagi, kaledo akan disajikan bersama dengan singkong rebus sebagai pengganti nasi, akan tetapi kita tetap bisa memesan nasi jika belum terbiasa makan sop dengan singkong rebus.

Kaledo

Di sana, saya juga sempat mengunjungi Masjid Argam Babal Rahman, sebuah masjid yang dibangun di atas permukaan air pantai Talise.

IMG02242-20130904-1536

Sebelum meninggalkan kota Palu, oleh-oleh khas yang dapat dibawa pulang diantaranya bawang goreng dan kue kenari. Saya paling suka bawang goreng Palu, yang renyah, tebal dan garing tak berminyak, bisa dimakan sebagai camilan begitu saja atau dicampur dengan mie rebus. Kata teman saya yang asli Palu, bawang goreng ini dibuat dari bawang merah yang masih muda yang ditanam di daerah pegunungan daerah Sulawesi Tengah, dan rasanya berbeda dengan bawang merah dari daerah lain. Sempat berbincang dengan rekan dari Bagian Humas dan Protokol Pemkot Palu, dikatakan bahwa pernah ada peneliti yang mencoba menanam bawang merah Palu di daerah lain, akan tetapi bawang merah tidak mau tumbuh. Mungkin inilah letak keunikannya….

Bawang Palu

Selain kaledo, kita juga bisa menikmati perjalanan ke puncak Donggala kecil dan mampir untuk menikmati kuliner Utadada. Utadada adalah semacam masakan dari daging ayam dengan kuah santan.

WP_001876

Bagi pecinta kain nusantara, coba cari batik atau tenun Palu. Inilah contoh motif kain batik Palu yang saya dapatkan.

Batik Palu

Berkunjung ke Palu cukup berkesan. Akhirnya, goodbye Palu and see you next time.🙂

IMG02257-20130905-0854

Bandar Udara Mutiara, Palu, Sulawesi Tengah

Bandara_mutiara_baru[1]

Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri November 2015

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • [ It’s Me, AENI ]

    Meski hanya sebuah blog yang sederhana, namun dengan niat berbagi dan bertukar informasi tentang dunia Islam, Travelling dan Kriptografi, semoga bisa bermanfaat....

  • Blog Stats

    • 144,162 hits