Travel ke Luar Negeri, Apa Sih yang Harus Dipersiapkan?

DSC_0020
Untuk beberapa kesempatan travelling internasional, persiapan yang terpikirkan oleh kita selain tiket pesawat, paspor, visa dan peta transportasi terkadang terlewatkan.
Nah, berdasarkan pengalaman ini saya akan berbagi tentang beberapa hal yang tidak boleh dilupakan ketika bepergian ke luar negeri. Berikut tips dan saran saya yang mudah-mudahan dapat membantu rekan traveller sekalian:
1) Kamus offline
Aplikasi ini bisa diunduh dengan smartphone, bagi pengguna Android bisa dengan mudah diunduh dari Google Playstore.
2) Pulpen
Sudah menjadi hal yang sudah pasti jika traveller akan diberikan formulir dari imigrasi, berisi isian data diri, destinasi, dan hal-hal yang harus di-declare tentang barang bawaan. Akan sangat sungkan jika kita meminjam pulpen kepada orang yang tidak kita kenal. Selain itu, di beberapa negara yang menggunakan bahasa resmi selain Bahasa Inggris, pulpen ini akan sangat membantu kita dalam bertanya-tanya ke warga lokal yang dituangkan dalam bentuk tulisan atau gambar, karena terkadang warga lokal di beberapa negara merasa enggan menggunakan bahasa inggris.
3) Ramalan cuaca
Tidak menutup kemungkinan bahwa perubahan cuaca di negara 4 musim akan lebih ekstrim dibandingkan dengan cuaca di negara iklim tropis. Cek ramalan cuaca di accuweather.com setiap ingin bepergian.
4) Jaket dan/atau longjohn
Di beberapa negara, summer (musim panas) bisa jadi terasa lebih dingin untuk kita yang biasa menikmati suhu iklim tropis. Pengalaman saya saat berkunjung ke New Zealand dan Australia, suhu summer di sana berkisar 22-12°C. Suhu rata-rata sekitar 17°C dan rupanya jaket yang saya kenakan kurang bisa menahan dinginnya hembusan angin. Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan longjohn sebagai pakaian tambahan. Jadi, bagi kita yang tinggal di negara iklim tropis ini, longjohn tidak mutlak hanya dikenakan saat musim dingin ketika berada di negara 4 musim.
5) Payung
Summer di beberapa negara bisa jadi lebih sering mendung (cloudy) dan tidak jarang intensitas hujannya tinggi. Jadi, siapkan payung jika pada ramalan cuaca harian sebelum Anda datang ke sana menunjukkan kadar intensitas hujan sedang/tinggi.
6) Pelembab wajah dan lipbalm
Untuk melindungi kulit dari panas maupun dingin, jangan lupa untuk selalu menggunakan pelembab wajah untuk menghindari kerusakan kulit. Saat winter bisa jadi membuat wajah kering atau summer bisa jadi intensitas UV tinggi. Tidak jarang angin dingin saat winter maupun summer bisa merusak kulit bibir sehingga selalu kenakan lipbalm baik untuk pria atau wanita.
7) Botol minum kosong
Di beberapa negara maju, air kran diolah sehingga layak untuk keperluan kamar mandi, dapur dan aman untuk langsung dikonsumsi. Daripada membeli air mineral akan sedikit berhemat jika menemukan tap water atau minimal air keran untuk diisikan pada botol minum.
8) Botol aqua kosong
Untuk kita yang terbiasa dengan toilet basah, akan terasa risih ketika semua yang kita temukan disana adalah toilet kering. Traveller semua tau kan maksud saya?! Yup, sebelum masuk toilet isilah botol bekas anda dengan air keran. Atau, bisa saja Anda mengganti botol air dengan tisu basah khusus ganti popok bayi.
9) Halal food
Traveller Muslim tentu tidak dapat masuk ke sembarang restoran. Jika di negara tujuan Anda ada KFC, King Burger atau resto lainnya yang sudah umum ada di Indonesia sekalipun, belum tentu menjamin makanan yang dijual disana diolah secara syar’i, bisa jadi peralatan makan atau komposisinya bercampur dengan peralatan/bahan makanan non halal. Untuk lebih amannya saya sarankan untuk mencari lebih banyak referensi tentang kedai makan/restoran halal di negara tujuan Anda. Di beberapa negara, Anda bisa dengan mudah menemukan resto orang Indonesia, Malaysia, Arab dan Turki. Atau, mungkin Anda lebih memilih membawa mie instan, sereal, rendang/sarden kaleng, atau bahan makanan lain yang bisa diolah dengan pemanas air atau microwave yang disediakan di kamar penginapan.
10) Roaming internasional
Traveller akan terkena biaya roaming internasional ketika berada di luar negeri. Saya ingat pernah mengirimkan SMS kepada orang tua ketika di Australia dan terkena biaya roaming Rp 7000,-. Kemudian pernah juga lupa mematikan fitur mobile data ketika akan berangkat dari Indonesia, kemudian ketika sampai di negara tujuan dan mengaktifkan handphone maka pulsapun tersedot sekitar Rp 70.000-an padahal baru sekitar beberapa detik dari diaktifkannya handphone. Nyesek?! Ya iyalah… Seharusnya ketika pesawat hendak berangkat dari Indonesia, terlebih dahulu kita menonaktifkan fitur mobile data. Kemudian ketika sampai di negara tujuan dan mengaktifkan handphone, kita bisa mendaftarkan paket roaming internasional namun demikian menurut saya tarifnya mahal. Satu hari bisa kena Rp 150.000,-. Jika berkunjung ke negara yang menyediakan akses Wifi gratis, saya lebih memilih memanfaatkan fasilitas ini. Seperti halnya di Auckland New Zealand misalnya, spot free Wifi bertebaran dimana-mana dan tentu speed-nya kenceng. Tidak lola macam di… ah sudahlah. Hehehe…
DSC_0279

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • [ It’s Me, AENI ]

    Meski hanya sebuah blog yang sederhana, namun dengan niat berbagi dan bertukar informasi tentang dunia Islam, Travelling dan Kriptografi, semoga bisa bermanfaat....

  • Blog Stats

    • 144,162 hits