Melancong di Negeri Tirai Bambu

Alhamdulillah diberi kesempatan go abroad lagi, meski masih di kisaran Asia tapi betapa berharganya pengalaman melancong di negeri orang.

Ini pertama kalinya saya menyusun itinerary perjalanan, mencatat detail tempat-tempat yang harus dikunjungi. Ini juga pertama kalinya saya ikut penerbangan pesawat dengan 8 seat per baris dan menikmati perjalanan 8 jam tanpa transit.

1

Saat itu Beijing sedang musim panas, musimnya orang pergi berlibur dan akan sangat ramai sekali. Waktu di Beijing 1 jam lebih cepat dibandingkan waktu di Jakarta. Pada tahun 2014 harga mata uang 1 Yuan masih di kisaran Rp 1000,-.

2

Bicara soal moda transportasi massal di China, pertama kali sampai di Bejing Capital International Airport saya sempat bingung harus kemanakah mencari stasiun MRT. Tanya sana-sini tapi mayoritas orang sana “malas” berbahasa Inggris. Hampir patah arang ditawari koko-koko tukang taksi disana, tapi alamak mahal banget tarifnya. Kalo dirupiahin sekali jalan bisa habis ratusan ribu. Ini udah pasti digetok harganya, apalagi dia mencoba meyakinkan bahwa tidak ada jalur kereta dari bandara. Berbekal pengetahuan dari baca-baca artikel di web, saya tidak bisa yakin begitu saja, setidaknya yang saya tau ada kereta cepat atau bus dari bandara untuk menuju ke kota. Akhirnya setelah mencoba anagramming papan petunjuk tempat ketemulah pusat informasi, tapi tetep aja mbak-mbaknya ga bisa bahasa Inggris dan dia minta bantuan teman lelakinya yang bisa berbahasa Inggris. Finally, saya sampai di loket kereta cepat (read: Airport Express Train) di Terminal 3 dengan aman dan selamat. Di samping loket disediakan brosur informasi untuk turis secara cuma-cuma, senangnya lagi brosur itu sudah include transport map ke lokasi tujuan wisata se-Beijing. Petanya sungguh sangat mudah dipelajari. Peta yang sangat informatif, untuk selanjutnya saya tidak pernah merasa kesulitan untuk mencari lokasi yang ingin saya kunjungi. Hanya dengan 25 Yuan kita sudah bisa menikmati transportasi bandara yang cepat dan dengan fasilitas yang sangat baik. Entah kenapa jadinya kalau Indonesia impor barang dari negara ini kok kualitasnya bisa beda jauh ya, entah kebanyakan mark up apa memang beli yang harganya murah ya?!. Hiks…

3

Bagi traveller asing, kita diberi kemudahan untuk membeli semacam kartu dengan fungsi yang sama dengan e-money yang disebut Yikatong. Namun saat itu, saya tidak mencobanya. Toh harga tiket subway (sebutan untuk kereta cepat semacam MRT/LRT) untuk single trip hanyalah 1 Yuan.

13

Salah satu hal yang harus diperhatikan ketika berencana travel ke luar negeri tanpa jasa agen perjalanan adalah memesan penginapan. Saat itu saya pikir bisa mencari penginapan murah on the spot saja, eh rupanya sangat sulit. Harusnya pesan online saja sebelum berangkat. Kenapa saya bilang sulit?! Yes, karena ternyata orang sana benar-benar “malas” berbahasa Inggris. Saya sudah nyerocos ba-bi-bu mereka tetep ngajak ngomong pake bahasa Mandarin. What the..?! Saya belum pernah belajar Mandarin. Keluar masuk dari hotel yang satu ke hotel yang lain, dan begitu nemu receptionist hotel yang bisa bahasa Inggrispun ada kamar yang kosong namun harganya selangit. Cici-cici itu menjelaskan bahwa wilayah mereka tidak bisa menerima sembarang tamu asing. Saya pikir dalam hati, barangkali bukan masalah tamu asing melainkan karena saya berjilbab makanya dipersulit. Tapi ya apapun lah saat itu yang paling penting saya bisa dapat penginapan. Untungnya cici itu baik hati, saya diantar ke hotel yang harganya lebih wajar. Nah tiba di hotel yang ditunjukkan cici itu saja tidak serta merta saya bisa langsung booking hotel. Saya masih harus nyerocos lagi menggunakan segala macam cara supaya mereka paham apa yang saya sampaikan, menggunakan bantuan komputer hotel untuk menterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin, diperiksa paspornya, mendaftar menjadi member aliansi hotel dan urusan lain yang agak diperumit seolah-olah saya ini bakal ngapain gitu di negara mereka. Fyuuuhhh…! Ya setidaknya akhirnya saya dapat penginapan juga meski niatnya cari penginapan yang harga standar tapi ternyata malah dapat harga cukup mahal booo, sejuta per malam tapi apa mau dikata. Maka sekali lagi saya sarankan, pergilah ke negara manapun tapi booking hotelnya sebelum berangkat ya supaya tidak mengalami nasib seperti saya. Beda negara beda kebijakan, beda perlakuan. Hwehehe…

Selama di sana, saya sangat berhati-hati memilih makanan. Karena bukan di kawasan muslim china, maka aroma daging B2 sering tercium dan alhasil sering menahan napas setiap melewati resto-resto daging. Satu-satunya toko makanan yang menarik perhatian saya adalah toko buah. Untuk memenuhi rasa ingin tau saya tentang buah persik yang selalu jadi buah andalan di film-film China seperti Kera Sakti atau Putri Huan Zhu maka saya icip-icip. Ehem..buahnya lembut berserabut, rasanya seperti campuran buah jambu biji merah dan mangga.

Meskipun di hari pertama saya sempat BeTe dengan orang sana yang “malas” berbahasa Inggris, tapi ternyata pada hari berikutnya saya bertemu berbagai macam kalangan akademis yang sangat mahir berbahasa Inggris. Mereka yang notabene para mahasiswa itu bahkan mengajak ngobrol, bertukar alamat email, bertanya banyak hal dan termasuk salah satu hal yang ditanyakan adalah jilbab saya, dan tak jarang mereka meminta foto bareng. Amazing…! Mereka yang saya ingat namanya ada Wang Jihong, Wuyi, Liu Guangchao dan Zhu Daishan.

Beberapa tempat yang saya kunjungi di Beijing yaitu Beijing Olympic Park, Summer Palace, Temple of Heaven, Tiananmen Square dan Wangfujing Market. Well, kenapa tidak menyebut The Great Wall?! Yak saya belum diberi kesempatan mengunjungi Tembok Besar China karena satu dan lain hal.

Beijing Olympic Park adalah lokasi yang pertama kali saya kunjungi. Masuk ke lokasi ini tidak dikenakan biaya. Lokasinya yang sangat luas dan panas matahari yang cukup terik saat itu membuat saya malas untuk berkeliling lokasi ini meskipun sangat penasaran dengan bangunan berbentuk sarang burung (bird nest) ini.

4

Kemudian di Beijing juga ada Summer Palace. Masuk ke tempat ini dikenakan biaya 30 Yuan. Istana ini termasuk bangunan yang dilindungi oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia, atau istilah lainnya yaitu world heritage. Ceritanya tempat ini adalah istana yang ditempati oleh Kaisar China jaman dahulu ketika datang musim panas. Untuk menuju ke istan, jalannya naiikkk berbukit…huft olahraga di saat yang diharapkan. Oiya, di sekitar istana ini ada danau yang sangat luas. Kalau kawan traveller pergi ke sana, sempatkan untuk berjalan keliling danau, melihat arsitektur jembatan dan sembari menikmati pemandangan pohon pinus khas negeri tirai bambu. Mau mencoba pakaian ala Kaisar dan Putri Cina bisa juga lho, kalau tidak salah cukup dengan membayar 100 Yuan saja. Mau menikmati pemandangan air khas tirai bambu yang dipenuhi pohon teratai raksasa juga disini tempatnya. Yang mau makan siang di atas danau juga bisa…

88

33

6

Selain istana, ada juga tempat pemujaan semacam kuil untuk memohon supaya terhindar dari bencana dan untuk mendapatkan panen raya. Inilah Temple of Heaven atau dalam bahasa Mandarinnya yaitu Tiantandongmen, konon katanya inilah tempat berdoa Kaisar yang merupakan simbol pemujaan kepada son of heaven. Untuk masuk ke lokasi ini dikenakan biaya. Lokasi ini juga termasuk bagian dari UNESCO world heritage. Yang saya suka di sini saya bisa melihat arsitektur budaya China, keunikan lorong-lorong panjang seperti yang ada di dalam film Putri Huan Zhou, kumpulan kakek-nenek yang nongkrong di lorong untuk bermain mahjong, orang-orang yang melakukan kegiatan sosial mengumpulkan botol bekas dan banyak lainnya.

89

74

71

Picture1

Nah ini dia  jantung sekaligus simbol kota Beijing, bangunan nasional yang disebut sebagai Gate of Heavenly Peace (Tiananmen Square). Pada masa Dinasti Ming monumen ini digunakan sebagai pintu masuk depan pertama Forbidden City (Kota Terlarang). Pada sisi bagian luar Tiananmen Square ini dipasang foto Mao Zedong dengan plakat besar di kanan kirinya. Plakat sebelah kiri bertuliskan: “Long Live the People’s Republic of China”, sedangkan sisi sebelah kanan bertuliskan: “Long Live the Unity of the peoples of the World”.

55

61

Sebenarnya masih banyak lokasi menarik lainnya seperti Botanical Garden dan Beijing Zoo. Bagi traveller yang ingin melihat baby Panda, di kebun binatang inilah tempatnya.

Destinasi terakhir para traveller pasti tidak jauh-jauh dari pusat oleh-oleh dan souvenir. Saya pribadi merekomendasikan untuk berkunjung di Pasar Wangfujing.

81

20140816_161352

20140816_164356

Berbagai macam kuliner dan souvenir bisa kita temui. Mulai dari yang membuat berdecak kagum sampai dengan yang membuat bergidik. Inilah hasil dokumentasi saya selama berkeliling di areal Wangfujing. Di Wangfujing, jangan heran jika melihat aneka sate mulai dari sate daging sampai dengan sate serangga dan sate kalajengking dengan aromanya yang tercium hampir seluruh sudut pasar. Masih mending jika yang dilihat adalah aneka sate buah.

84

83

82

20140816_161157

Berbelanja di Wangfujing, kita harus pandai-pandai menawar harga jika tidak ingin rugi. Jika penjualnya tidak dapat berbahasa Inggris, cukup ajukan angka harga dengan kalkulator handphone.

90

20140816_212208

Di salah satu kios yang menjual perhiasan ada yang berkostum kera sakti. Banyak pengunjung yang minta foto bareng tapi ditolaknya. Beruntung saat saya dan kawan meminta berfoto bersama sepertinya dia sedang berkenan. Hihihi…kapan lagi foto sama kera sakti asli dari negeri asalnya.

20140816_182131

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • [ It’s Me, AENI ]

    Meski hanya sebuah blog yang sederhana, namun dengan niat berbagi dan bertukar informasi tentang dunia Islam, Travelling dan Kriptografi, semoga bisa bermanfaat....

  • Blog Stats

    • 144,162 hits