Melbourne, The City of Victoria

Subhanallah banget pada akhir tahun 2015 saya berkesempatan untuk mengunjungi tanah asalnya Kanguru. Untuk dapat masuk ke Australia saya harus apply visa Australia di Kuningan City. Visa Australia selesai hanya dalam waktu dua hari kerja, misal hari ini urus kemudian besoknya sudah ada kabar apply visa accepted atau rejected. Yup, ini pertama kalinya saya mengurus visa. Oiya, mata uang yang berlaku di Australia adalah dollar Australia, dimana pada saat itu harga AUS $ 1.00 sama dengan Rp 9800,-.

Perjalanan pun dimulai, dengan lama penerbangan Jakarta-Melbourne selama 10 jam tanpa transit akhirnya saat pagi hari pesawat mendarat di Tullamarine Int’l Airport. Oiya, saat mengisi formulir custom declare di bagian kolom “state” maka tulislah “VIC” dimana Melbourne ini merupakan ibu kota negara bagian Victoria.

DSC_0005

Melbourne dari atas awan nampak tertata rapi

Puji syukur, it’s my first time for Australia… Sebelum turun dari pesawat, saya mengenakan coat jaga-jaga barangkali udara di luar langsung ekstrim mengingat bahwa pesawat tidak memfasilitasi garbarata pada saat itu. Dan benar, ketika baru keluar dari pintu pesawat angin dingin langsung menyapa wajah saya. Brrrrr…dingin euy… Akhirnya saya merasakan bagaimana di negara dengan suhu udara yang berbeda dari tanah air, yaitu 13 derajat Celcius sesuai dengan suhu di aplikasi accuweather.com. Pemandangan sekitar begitu hijau dan segar, langit tampak bersih bening biru cerah dan udaranya sangat sejuk. Yang saya tau sih..di sana meski matahari terik sekalipun namun anginnya terasa dingin. Jadi jika berkunjung kesana setidaknya sudah menyiapkan lotion pelembab kulit. Meskipun anginnya terasa dingin, saya yang sudah mengenakan longjohn berlapis baju dan coat saja kedinginan, namun warga di sana hanya mengenakan baju santai seperti kita di iklim tropis saja. Hahaaa…

Satu yang khilaf dari saya, saat mengaktifkan handphone setelah pesawat sampai di tujuan membuat saya kehilangan pulsa Rp70.000,-. Itu kenapa?! Karena saya lupa menonaktifkan mobile data sebelum mematikan handphone, sehingga ketika handphone dinyalakan kembali maka otomatis mobile data hidup dan menyedot pulsa untuk biaya roaming internasional. Sebenarnya salah satu solusi murah untuk tetap dapat memanfaatkan fasilitas mobile data yaitu dengan berburu wifi gratis bandara Melbourne. Wew..internet super cepat di kawasan free Wifi bandara Melbourne atau di bandara negara manapun ini terkadang membuat saya berpikir, kapan ya Indonesia bisa menyediakan fasilitas umum tak berbayar yang tak tanggung-tanggung seperti negara-negara tetangga. Oiya, untuk traveller yang hanya transit dalam waktu lama dan tidak ada niatan bermalam di Melbourne dapat memanfaatkan fasilitas bandara seperti Baggage Storage. Fasilitas ini cukup aman, melayani selama 24 jam dan dengan tarif sesuai ukuran barang bawaan yang dititipkan.

Oiya, waktu di Melbourne lebih cepat 4 jam dari waktu di Indonesia. Selain itu, saat saya datang ke sana di bulan November adalah waktunya musim panas, berkebalikan dengan Europe yang saat itu sedang mulai turun salju. Namun demikian tetap saja udaranya dingin seperti yang tadi saya bilang, 13 derajat Celcius.

Dari bandara menuju ke kota, kita bisa naik Skybus dengan harga $ 18 dapat dibeli di loket bus bandara dengan tujuan akhir Southern Cross Station. Di dalam bis disediakan tempat khusus penyimpanan koper dan barang bawaan serta free wifi.

20160101_165445

DSC_0020

Southern Cross Station

Berbekal membaca berbagai situs web, maka akhirnya inilah beberapa lokasi yang saya kunjungi. Nah tempat yang pertama saya kunjungi adalah stadium Etihad Melbourne. Di seberang Etihad Stadium ini ada semacam dermaga, meskipun sepi namun bisa jadi tempat cuci mata. Untuk menuju kesana saya memanfaatkan fasilitas tram gratis untuk turis yang disebut City Circle Tram. Yup..tidak semua lokasi dilewati tram gratis, jadi lebih baik kunjungi web http://www.visitmelbourne.com.

DSC_0028

Etihad Stadium

DSC_0033

Pemandangan dermaga

DSC_0038

Tram gratis

DSC_0040

Tram berbayar

Selanjutnya Yarra River adalah tempat yang cocok untuk cuci mata di tengah padatnya kota Melbourne. Beberapa kapal yang mengangkut turis lokal atau manca terlihat hilir mudik menyusuri sungai dan kolong-kolong jembatan.

DSC_0048

DSC_0041

Jangan khawatir kehabisan bekal air mineral, karena pada beberapa tempat di tepi sungai Yarra disediakan tap water. Air dari tap water sejuk dingin menyegarkan, huwooowww…

DSC_0068

Tap Water

Puas meyusuri Yarra River sayapun bertandang menuju ke Flinders Street Station. Di sekitar bangunan ini akan ada banyak spot menarik yang cukup dengan jalan kaki saja kita akan menemukan keunikan Melbourne di setiap sudutnya. Di dekat Flinder Street Station ada St Paul’s Cathedral, Melbourne Visitor Centre dan Federation Square. Kawasan ini menurut saya seperti layaknya alun-alunnya kota Melbourne, kawasan ramai tempat berkumpul banyak orang untuk sekadar bersantai dan menjadi lokasi penyelenggaraan festival atau banyak event.

DSC_0218

Flinder Street Station

DSC_0213

“Pak Kusir” ala Kerajaan di sekitar Melbourne Visitor Centre

DSC_0128

St. Paul’s Cathedral

DSC_0158

DSC_0134

Melbourne Visitor Centre

DSC_0168

DSC_0136

Federation Square

Masih dekat dengan Federation Square, ada Birrarung Marr yang merupakan rangkaian aliran dari sungai Yarra. Suasananya tenang menyenangkan dan pas sekali saat saya ke sana sedang ada perlombaan water canoe. Abaikan gambar saya yang numpang ngeksis…

DSC_0194

DSC_0198

Monumen Kapten Mathew Funders masih di dekat St. Paul’s. Saat itu sedang ada banyak anak bule bermain dan mengejar-ngejar merpati yang sedang bermain di lapangan rumput.

DSC_0237

Beginilah potret musisi jalanan di Melbourne. Ada yang berdandan bak peri dalam cerita dongeng, ada pula yang berpenampilan layaknya sedang manggung orchestra. Nice…!

DSC_0244

DSC_0278

Great…di sana secara kebetulan saya melihat tram dengan gambar iklan ‘Wonderful Indonesia’. Hihihi…

DSC_0250

Ini hasil shoot di belakang General Post Office Melbourne

DSC_0254

Nah ini nih mobil penyedot debu yang sedang membersihkan jalan sepanjang Melbourne. Keren..standarnya orang di negara maju mah gitu yah. Jalanan bebas dari sampah dan debu, apalagi polusi.

DSC_0255

Terkadang di beberapa negara bagiannya Australia mengadakan festival tulip. Kebetulan cari-cari jadwal di Melbourne sedang tidak ada festival tulip. Akhirnya melihat kumpulan bunga tulip, hydrangea, gerbera, lily, rose dan jenis lainnya di toko bunga saja sudah terasa membahagiakan. Saya foto-foto di flower shop dan bapak penjual bunganya baik, saya diberinya dua tangkai bunga Gerbera.

DSC_0267

Ini adalah State Library of Victoria, lokasinya lumayan ramai.

DSC_0292.JPG

Ini ialah gedung Parlemen Victoria. Bangunan yang megah namun sepi. Saat saya kesana sedang ada beberapa pasangan yang sedang melakukan sesi foto prewedd.

DSC_0323

Penampakan St. Pauls’s Cathedral di Melbourne. Berjalan kaki dari gedung parlemen Victoria sampai ke sini maka kita akan dapat melihat banyak bangunan berarsitektur ala Eropa lho.

DSC_0357

St. Paul’s Cathedral

Bagi muslim traveller, ada resto halal yang saya ketahui salah satunya di 265 Swanston Street yaitu Nelayan. Ada juga Nando’s yang letaknya jika tidak lupa ada di airport dan ada pula di resto Killiney.

DSC_0280

DSC_0282

DSC_0293

Dari perjalanan ini saya melihat sisi lain budaya Asia Pasifik. Melbourne mempunyai banyak pesona sehingga membuat saya ingin kembali ke sana pada suatu kesempatan lain.

DSC_0370

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • [ It’s Me, AENI ]

    Meski hanya sebuah blog yang sederhana, namun dengan niat berbagi dan bertukar informasi tentang dunia Islam, Travelling dan Kriptografi, semoga bisa bermanfaat....

  • Blog Stats

    • 144,162 hits