NZ, Kiwi Land !

Kesempatan luar biasa bisa menjejakkan kaki di Auckland, kota di North Island New Zealand. Kalau kata orang, Pulau Utara ini lebih dominan wisata perkotaan sedangkan di Pulau Selatan lebih dominan wisata alamnya. Ya tapi meskipun demikian, saya akui negara ini merupakan negara dengan tata kota yang sangat baik dan sangat menghargai alam. Banyak taman kota dengan kondisi yang sangat terawat. Tidak salah jika Auckland disebut dalam 3 (tiga) besar kota di dunia yang paling nyaman menjadi tempat tinggal.

Yup, untuk apply visa New Zealand saya mengurusnya di Kuningan City, satu ruangan yang sama dengan tempat apply visa Australia dan United Kingdom. Visa saya approved pada hari ketujuh.

Saat itu NZ $ 1.00 senilai Rp 9200,-. Tidak berbeda jauh dengan mata uang Australia, mata uang New Zealand juga ada yang bergambar Queen Victoria.

20151126_063634.jpg

New Zealand Dollar

Kia ora… Here I’am, New Zealand, akhirnya tercatat dalam salah satu kisah hidup saya bahwa saya pernah menjejakkan kaki di negara Kiwi pada tahun 2015. Bahasa Maori memang unik, begitulah kata sambutan bagi kita “kia ora” yang artinya be well/healthy. Ngomong-ngomong orang Maori badannya tinggi besar, ketika berkunjung ke NZ kita dapat langsung membedakannya dari warga pendatang yang tinggal di sana.

Bulan Desember di New Zealand adalah musim panas. Musim panas di sana tetaplah terasa dingin bagi penghuni tanah tropis seperti saya ini. Suhu rata-rata selama beberapa hari di sana berkisar 14-19 derajat celcius. Angin dingin yang menerpa wilayah NZ saya yakini berasal dari kutub selatan sana, hehe menduga-duga saja. Saya pribadi harus menggunakan 4 lapis baju karena tidak tahan dengan angin dinginnya, terdiri dari longjohn, 2 baju dan coat. Auckland 6 jam lebih cepat dari waktu di Jakarta.

Untuk mempermudah dalam membayar transportasi di NZ, kita dapat menggunakan AT HOP card. Kartu dan top up deposit dapat dilakukan di loket kereta atau dapat melihat panduan lengkapnya di https://at.govt.nz/. AT HOP card dapat digunakan untuk membayar tarif kereta, bus, ferry dan parkir.

20160101_165550

Tidak jauh berbeda dari Australia, perjalanan dari bandara ke kota dapat ditempuh dengan naik skybus berfasilitas free wifi.

Sewaktu di Auckland, saya memilih Ibis Style Hotel karena dengan harga 1 jutaan rupiah sudah worth it dengan fasilitas tv, kamar mandi, dapur kecil (dengan kompor, water heater, oven, kulkas, perlengkapan makan) dan penghangat ruangan. Sayangnya fasilitas free wifi hanya ada di lobi hotel, itupun dibatasi hanya 1 jam. Selebihnya, untuk dapat mengakses wifi di kamar hotel dikenakan tarif.

Inilah kelebihan dari Auckland. Meskipun fasilitas wifi di hotel sangat dibatasi, namun saya bisa pergi keluar untuk mengakses free wifi hampir di setiap sudut kota. Setiap beberapa meter di pinggir jalan raya, selalu ada tempat duduk untuk sekedar berselancar di dunia maya. Amazing-nya ya, wifi gratis juga bisa diakses di area publik contohnya di areal taman seperti Albert Park. Prosedurnya cukup mudah, hanya perlu melakukan login dengan alamat email saja.

20151129_090334

Ini dia penampakan “gardu” free wifi di Auckland

Jika ingin berjalan-jalan seputaran Auckland, kita perlu mencatat nomor rute supaya tidak bingung. Cukup mudah dapat dilihat di web http://at.govt.nz/. Naik bis tap-kan kartu AT HOP di pintu depan, saat akan turun tekan tombol “stop” di samping tempat duduk supaya bus berhenti dan lakukan tap di pintu belakang sebelum turun dari bus. Bus hanya akan berhenti di halte saja, tidak akan menurunkan penumpang di sembarang tempat.

Selain dengan bus, kita juga dapat memanfaatkan kereta cepat. Fasilitas di dalam kereta sangat baik, dilengkapi dengan tempat duduk prioritas untuk kaum difabel dan tempat meletakkan sepeda lipat.

Sky tower merupakan tempat yang paling menonjol di Auckland. Menara ini terlihat hampir di setiap sudut kota dan merupakan spot tertinggi. Sky tower akan sangat indah jika dilihat pada malam hari karena akan dihiasi dengan berbagai warna lampu. Dari atas tower ini pengunjung dapat melihat kota Auckland dari ketinggian dan terkadang tower ini dimanfaatkan untuk adrenaline air sport seperti sky jump (bungee jump) dan sky walk.

20151129_200415

Ada cerita lain tentang sisi kenyamanan kota Auckland. Harbour Ferry Building Auckland merupakan area favorit tempat saya dan rekan bersantai pada sore hari. Meski anginnya cukup dingin, duduk di bangku umum sambil ngemil kripik kentang dan melihat kawanan burung camar terbang rasanya lelahpun hilang. Burung camar di Auckland pada umumnya tidak takut manusia, malah cenderung mendekati manusia untuk ikut ngemil. Hihi…

DSC_0389

DSC_0379

20151129_091141

Auckland 6 jam lebih lambat dari waktu di Jakarta. Siang harinya juga lama, maghrib jatuh pada pukul 20.00 waktu sana. Oleh karena itu, selain menunggu petang di pelabuhan, terkadang saya juga menghabiskan waktu sore hari Albert park. Taman ini ditumbuhi hamparan rumput hijau, berbagai macam flora dan dilengkapi dengan sarana untuk bersantai atau bahkan memberi pakan burung. Saya sangat suka dengan bunga hydrangea dan bunga mawarnya. Bunga mawar di Auckland sangat indah, satu pohon akan ada banyak mawar sedangkan daunnya sedikit serta tidak berduri. Berbeda dengan mawar di Jakarta yang banyak daunnya tapi sedikit bunganya.

20151129_182331

20151129_200645

Saya cukup heran dengan alam Auckland, bahkan hamparan rumput liar saja tumbuh bunga, bunganya tidak berbulu seperti yang di Indonesia. Bunga rumputnya ada yang berwarna kuning dan putih, lebih mirip chrysanthemum. Padahal sekilas rumputnya mirip dengan rumput yang tumbuh di Indonesia. Begitu juga dengan pohon cemara, di Auckland bahkan cemara pun berbunga.

20151202_180221

DSC_0543

20151202_172952

Lihat saja hamparan rumput hijau, bagian yang terlihat agak putih dari kejauhan itu juga kumpulan bunga rumput.

20151202_180205

Bersantai di Albert Park tidak lengkap jika tidak membawa camilan. Justeru asiknya ketika membawa biskuit, keripik atau biji-bijian kita pun bisa berbagi makanan untuk sekawanan burung merpati dan burung gereja. Menyenangkan sekali, kapan lagi ada burung yang berani bertengger di lengan kita sementara di Indonesia bahkan tidak ada burung liar yang mendekati manusia sekalipun.

20151129_184154

Yup, seperti pada judulnya bahwa New Zealand ini merupakan negara asal spesies burung kiwi. Namun selama di Auckland saya belum sempat melihat burung kiwi ini. Ya..tapi setidaknya saya sempat melihat penampakan souvenir miniatur burung kiwi.

Tidak jauh dari Albert Park ada University of Auckland. Barangkali ada di antara pengunjung blog yang ingin melanjutkan sekolah di luar negeri, saya rasa Auckland bisa menjadi salah satu pilihan. Yang paling terkenal sebagai ikon universitas ini adalah menara jam (Old Arts Building).

20151129_195508

Satu yang tidak boleh terlewatkan ketika berkunjung ke Auckland yaitu berkunjung ke Memorial War Museum. Lokasi ini sangat terkenal dan paling sering dikunjungi. Hasil jepretan saya di bawah ini sekaligus mendeskripsikan kekaguman saya “masih” dengan rumput di Auckland. Hehe… (Btw, ini ambil gambarnya sampai tiarap di rerumputan biar angle-nya pas)

DSC_0555

Tidak jauh dari museum akan terlihat hamparan rumput hijau ala bukit teletubbies dari Auckland Domain. Padang hijau teletubbies memang merupakan ciri khas dari alam Auckland.

DSC_0545

Diantara hamparan hijau itu akan terlihat sebuah gedung yang di dalamnya menyimpan banyak flora.

IMG_1862

Auckland Domain winter garden dan tropical garden terdiri dari dua ruangan. Satu gedung khusus flora yang hidup di negara musim dingin dan satu gedung lagi untuk flora tropis. Gedung winter garden dipenuhi dengan flora beraneka warna. Winter garden ini juga cocok untuk lokasi foto pre/post wedding. Lain halnya ketika memasuki gedung dengan tanaman flora musim tropis, saya mulai merasa gerah. Suhu di dalam ruangan memang di-setting suhu tropis dan jenis floranya lebih dominan warna hijau sama seperti di Indonesia. Yang jelas, disana tertera tulisan peringatan bahwa pengunjung dilarang memetik bunga di dalamnya.

Berikut ini hasil jepretan kamera di dalam gedung Auckland Domain Winter Garden:

IMG_1885

IMG_1898

IMG_1873

IMG_1884

IMG_1893

IMG_1896

IMG_1897

IMG_1913

Di areal Auckland Domain ini juga ada danau di mana kita bisa memberi makan itik, angsa, bebek dan burung. Awesome place to visit!

20151202_173815

Sebelum pemmbaca bosan, maka saya beralih ke hal-hal berkaitan dengan logistik selama di Auckland. Salah satu hal lucunya pernah saya lalui. Persiapan yang rempong sekali karena kekhawatiran akan kesulitan mendapatkan makanan halal, alhasil separuh dari isi koper berisi makanan.

20151122_102823

Rupanya di Auckland kita tidak perlu khawatir akan makanan halal. Ada beberapa resto makanan halal yang saya rekomendasikan. Tempatnya tidak jauh dari Sky tower, lokasinya di 9 Albert Street, namanya Resto Food Alley. Traveller, di kafe Wardani inilah kita dapat berbincang dengan penjual yang pernah tinggal dan dapat berbahasa Indonesia.

20151129_205915

20151129_205647

20151129_205730

20151129_205708

Kalau saat ini strawberry Korea sedang kekinian menurut para netters, sebenarnya strawberry Auckland tidak kalah cetarnya. Strawberry di sini lumayan manis dan berukuran besar. Coba lihat saja perbandingannya dengan ukuran tangan saya, bandingkan dengan ukuran strawberry yang biasa kita konsumsi.

20151202_143142

Traveller yang ingin mencari souvenir, Aotea gifts shop yang terletak di Lower Albert Street merupakan toko oleh-oleh khas Auckland paling terkenal. Tokonya lumayan besar, lengkap dan harganya relatif murah. Sebenarnya masih banyak toko souvenir lainnya di sekitar Albert Street dan Queen Street. Pada souvenir khas New Zealand, kita akan melihat ikon burung kiwi, gambar silver fern ataupun tulisan “All Black”.

1

(Sumber: Gambar dari Google)

Selain souvenir khas New Zealand, bagi traveller yang berminat mencari barang branded juga dapat mencarinya di jajaran toko barang branded di sepanjang Queen Street. Ada toko seperti Louis Vuitton, Gucci, Scarpa, dsb.

20151129_202011

Memang ada yang unik dari negara maju. Oleh karena itu jika ada kesempatan, meski sekali saja kita perlu melancong ke luar negeri untuk sekedar mempelajari budaya mereka. Jalanan di Auckland sepi pada jam sibuk dan akan sangat ramai ketika jam pergi atau pulang kerja, yang nongkrong di jalan hanyalah gelandangan. Pernah suatu malam saya melihat sekumpulan orang mendatangi seorang gelandangan di pinggir toko, mereka mengulurkan beberapa makanan dan memberi motivasi kepadanya. Rupanya seperti itu kehidupan sosial di Auckland.

IMG-20151203-WA0003

Dalam hal lalu lintas, para pemakai kendaraan bermotor dan penyeberang jalan patuh pada rambu-rambu. Ketika akan menyeberang jalan kita perlu memperhatikan rambu penyeberangan, merah artinya kita belum boleh menyeberang, hijau berarti waktunya kita menyeberang. Meskipun saat itu malam hari dan sedang tidak ada penyeberang jalan pun, pengendara bermotor akan tetap patuh pada rambu lalu lintas. Ini yang perlu kita contoh untuk negara kita, pejalan kaki dapat dengan nyaman berjalan di trotoar maupun jalan raya, dan pengendara bermotor pun merasa aman dalam perjalanan.

IMG-20151203-WA0002

Beberapa hari di Auckland cukup meyakinkan saya bahwa memang benar Auckland merupakan kota yang sangat nyaman sebagai tempat tinggal. Saya berharap semoga suatu hari nanti diberikan kesempatan untuk kembali ke Auckland.

Finally, artikel ini akan saya tutup dengan informasi fasilitas self check in di Auckland airport bagi pemegang passpor elektronik maupun non elektronik. Cara yang cukup mudah memanfaatkan mesin check in dengan layar sentuh, selesai check in boarding pass akan dicetak oleh mesin ini hingga selanjutnya kita tinggal antri untuk pemeriksaan bagasi.

20151203_144547

DSC_0579

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • [ It’s Me, AENI ]

    Meski hanya sebuah blog yang sederhana, namun dengan niat berbagi dan bertukar informasi tentang dunia Islam, Travelling dan Kriptografi, semoga bisa bermanfaat....

  • Blog Stats

    • 144,162 hits