Ketinggalan Pesawat!

Artikel ini kurang lebihnya membahas sharing pengalaman saya pribadi, harapannya bisa menjadi pembelajaran. Ketinggalan pesawat berdampak rugi waktu, energi dan biaya tentunya. Banyak faktor yang menyebabkan ketinggalan pesawat, baik yang dapat diprediksi ataupun tidak dapat diprediksi, dan ini harus diantisipasi.

1. Jalan Macet atau Antrian Panjang Check In

Yup seperti yang kita ketahui, lalu lintas di Jakarta cukup padat sehingga ketika akan menuju bandara kita harus menyediakan spare waktu supaya sampai di bandara minimal satu jam sebelum keberangkatan. Kemacetan Jakarta atau kota besar lainnya tidak dapat diprediksi. Saya pun pernah berangkat ke bandara Soekarno-Hatta dengan spare waktu 3 jam dari waktu keberangkatan pesawat, salah ambil jalur dan itu sungguh macet. Sesampainya di bandara, antrian panjang check in pun tidak dapat dihindari karena saat itu adalah bulan-bulan menjelang akhir tahun. Beberapa bulan menjelang akhir tahun memang merupakan waktu terpadat bandara Soetta menurut sepengetahuan saya. Seharusnya saat itu masih memungkinkan untuk tetap bisa boarding andaikan saya sudah melakukan check in online, sayangnya saat itu saya belum melakukan check in online sehingga harus melalui counter check in biasa. Alhasil saat sudah berada di loket check in, petugas menolak saya karena sudah tutup waktu check in. Beruntung maskapai yang akan saya tumpangi berbaik hati untuk memberikan alternatif. Karena penerbangan ke tujuan saya hari itu sudah tidak ada, maka customer service manawarkan saya untuk ganti pesawat dari maskapai lain atau menunggu jadwal penerbangan awal esok harinya. Saya memilih ganti jadwal pesawat esok hari. Konsekuensi pilihan ini adalah jika harga tiket pengganti lebih mahal maka kita harus membayar selisih lebih dari harga tiket pesawat sebelumnya. Beruntung saat itu saya tidak harus membayar selisih, namun jelas saya sudah rugi waktu. Menunggu sampai besok pagi maka saya memilih untuk pulang ke rumah dan kembali lagi keesokan harinya.

2. Kepadatan Jalan Saat Masa Mudik Hari Raya

Siapa sangka seluruh kendaraan plat B akan memenuhi jalanan kota Jogja. Bahkan saat itu kemacetan Jogja lebih parah dibandingkan kemacetan Jakarta di hari kerja. Karena yakin akan terlambat tiba di bandara, maka saya dan suami mencoba menelepon customer service maskapai yang akan saya tumpangi. Berulang kali menelepon tapi tak ada respon, pihak travel pun juga tidak dapat berbuat apa-apa. Saat itu yang ada di pikiran saya, “Maskapai macam apa ini, customer service di siang bolong kok ngga bisa dihubungi…”.

Well, waktu tempuh ke bandara yang seharusnya hanya 1 jam molor menjadi 3 jam. Amazing!. Sampai di bandara sudah tinggal 5 menit lagi dari waktu keberangkatan pesawat, jelas saat itu pintu pesawat sudah ditutup. Sudah tentu kami pasrah dan bersiap untuk berburu tiket pengganti sambil membayangkan bahwa betapa sulitnya mencari tiket saat masa-masa mudik. Dengan muka pasrah kami mendatangi counter check in yang saat itu sudah sepi, dan petugas pun langsung tersenyum kepada saya dan suami “masih rejekinya ya, Bu”. Saya langsung berasumsi bahwa pesawat delay, dan alhamdulillah memang benar pesawat delay selama 45 menit karena keterlambatan terbang dari tempat bertolaknya di Jakarta.

3. Lokasi Baru, Lupa Waktu, Salah Prediksi Waktu, Over PD

Ini terjadi saat saya dan suami travelling ke luar negeri. Tak perlu disebutkan lah dimananya. Yang jelas beberapa jam sebelum menuju bandara saya mampir ke pasar souvenir. Yah namanya juga emak-emak, kalau lagi belanja bisa lupa waktu. Sibuk pilih oleh-oleh dan bandingin harga, sampai-sampai tidak memperhitungkan waktu tempuh ke bandara. Asumsi saya di dekat area publik pasti ada stasiun kereta cepat, namun rupanya kami tak kunjung menemukannya. Kami berjalan tak tahu harus kemana dan bertanya kesana kemari, itu cukup membuang banyak waktu. Ditambah lagi, kami salah memilih kereta cepat menuju bandara. Jadi saat itu ada dua jenis kereta ke bandara, ada yang express (berhenti di setiap stasiun) dan super express (langsung ke bandara tanpa berhenti di stasiun-stasiun kecil). Saya dan suami terlanjur masuk kereta express.

Tak usai sampai di situ, turun dari kereta kami masih disibukkan mencari lokasi check in di bandara yang begitu luasnya.

(FYI, luas bandara di luar negeri memang tidak bisa dibandingkan dengan luas bandara Soekarno-Hatta sekalipun, sudah begitu dari lokasi check in ke lokasi boarding masih harus naik kereta cepat bandara. Hadeh..hadeh..kebayang kan, dari lokasi check in ke lokasi boarding saja harus naik kereta cepat, berarti bandaranya luas bingits.)

Setelah mengikuti papan pengumuman dan papan petunjuk jalan, akhirnya ketemu counter check in yang letaknya nyaris di ujung. Apesnya counter check in sudah sepi. Fix ketinggalan pesawat, akhirnya saya dan suami muterin bandara mencari lokasi kantor maskapai. Di sana kami membeli tiket baru, dan bisa ditebak…harga tiket penerbangan internasional sudah tentu mahal. Tiga kali harga tiket yang saya beli, saudara-saudara… Kalo dipikir-pikir uang segitu mah bisa buat sekali jalan-jalan ke luar negeri lagi. Tapi ya balik lagi, satu-satunya yang terpikirkan saat itu yang penting bisa balik ke tanah air dan ke rumah tercinta, karena esok harinya harus kerja.

Jadi benar ya, terbukti sudah bahwa: Time is money!

 

Magelang Regency on Nature

Sebenarnya kabupaten Magelang adalah wilayah yang sangat kaya akan keindahan alam. Bagaimana tidak, mulai dari ujung hingga ujung dikelilingi oleh serangkaian pegunungan.

candi-borobudur

Nah, bagi para pecinta alam, sebenarnya tak usah jauh-jauh untuk kesana kemari berpetualang. Cukup dengan mengunjungi Kabupaten Magelang saja, dua tiga pulau terlampaui. Dengan berkunjung ke Magelang, para pecinta alam dalam sekali routing akan bisa menikmati keanekaragaman perbukitan dan pegunungan di kota hijau nan sejuk ini. Bukan hanya itu, para wisatawan bisa pula mengunjungi beberapa tempat wisata seperti Candi Borobudur, Taman Kyai Langgeng, dan tempat-tempat bersejarah pada zaman perang kemerdekaan dulu.

Bukan hanya itu, jika ada yang penasaran dengan wujud tumbuhan Nephentes (kantung semar), maka di Gunung Prau lah para pendaki bisa melihat sendiri wujudnya. Atau mungkin ingin tahu wujud bunga bangkai? Di perkebunan daerah kabupaten Magelang merupakan wilayah-wilayah yang masih mampu ditimbuhi oleh tumbuhan semacam ini. Sebagai contoh, di sekitar rumah penulis (saya) juga kadang tiba-tiba tumbuh bunga bangkai lho. Kalau bunga bangkai sudah tumbuh, maka terciumlah aroma khasnya^^…

Kata “Magelang” mempunyai arti tersendiri yang merepresentasikan karakteristik dari kabupaten yang satu ini. “Magelang” merupakan paduan dari kata “Maha= Besar (Big)” dan “Gelang = Perhiasan tangan (bracelet)”. Lalu, maksud dari paduan dua buah kata ini berarti adalah suatu wilayah yang dikelilingi oleh “gelang” yang dalam hal ini berarti pegunungan. Ketika berada di Magelang, para pengunjung bisa merasakan dan melihat sendiri bahwa daerah itu memang dikelilingi dengan pegunungan.

Inilah beberapa deretan pegunungan yang mengitari wilayah Magelang :

1. Pegunungan Menoreh

awandibukitmenoreh

2. Gunung Sumbing

G.sumbing

3. Gunung Sindoro

sindoro

4. Gunung Tidar

tidar

5. Gunung Merbabu

Merbabu_060831_selo

6. Gunung Telomoyo

telomoyo

7. Gunung Prau

Gunung Prau

8. Gunung banyak angkrem

bukit-menoreh(banyak angkrem)

9. Gunung Merapi

merapi4

10. Nephentes (kantung semar) di Gunung Prau

pitcher plant

kantung semar merah

11. Bunga Bangkai (Bunga Suweg) dan pohonnya.

bunga suweg

suweg 2



Badan Kucing Berlafaz “ALLAH”


Seekor kucing bernama si Belang menjadi perhatian warga Ampera Poncol, Tangerang, Banten, Rabu (28/3). Pemicunya adalah bulu lembut di tubuh si Belang membentuk lafal Allah.

Si Belang, kucing manis yang bertuliskan lafal Allah ini menjadi perhatian banyak orang bahkan pernah ada orang yang menawar kucing itu Rp 500 ribu.


Bulu pada si Belang yang membentuk lafal Allah


Deni Maulana (10) pemilik si Belang. Dia tidak mau menjual atau memberikan peliharaan kesayangannya itu pada orang lain.

Sumber : Detik.com

KuCiNg….

Kenapa ane suka kucing??? A beautiful creatures….

Lha wong Rasulullah dan sahabatnya aja suka kucing. Kenapa kita nggak. Kan nggak semua kucing naughty.

Dan kenapa sahabat Rasul ada yang disebut Abu Hurairah ?? Ya karena beliau mempunyai seekor kucing kecil yang selalu beliau rawat. Gitu loh ceritanya…

(Abu Hurairah==>Abu : ayah, hurairah : kucing)

TELPON LAYAR MERAH ???

Artikel ni buat seseorang yang penasaran dengan isu nomor telpon layar merah….

Jangan langsung percaya ya dengan hal-hal yang kurang logis seperti itu. Secara tegas saya langsung mengungkapkan ketidak setujuan saya dengan isu telpon/ sms layar merah yang dikait-kaitkan dengan pembunuhan jarak jauh itu. Why ???

Inilah point-point yang ingin saya utarakan untuk menyangkal hal itu berdasarkan sumber-sumber terpercaya.

1. Pada saat menerima/mengirim SMS/telepon, handphone tidak memancarkan radiasi infra merah. Kalupun iya, itupun hanya dalam skala yang sangat kecil dan tidak membahayakan bagi tubuh manusia. Berdasarkan artikel mengenai Cellular Frequencies (Wikipedia), frekuensi handphone adalah pada band 800 Mhz, 1800 Mhz, atau 1900 Mhz, sedangkan gelombang infra merah memiliki frekuensi 300 Ghz – 400 Thz. Ini jelas berbeda jauh. Inframerah justru mampunyai manfaat. Infra merah yang dipancarkan peralatan elektronik (mouse, remote TV) yang telah memenuhi standar kesehatan (FCC) tidaklah berbahaya. Banyak sumber infra merah lain dalam intensitas yang besar, misalnya matahari, lilin yang menyala, tidak berbahaya bagi tubuh, malah menyehatkan. Bahkan sekarang ada sauna dengan infra-merah

2. Ada handphone yang tidak ada fasilitas komunikasi infra merahnya, sehingga tidak mampu memancarkan inframerah.

3. Handphone yang memiliki fasilitas komunikasi infra merah, infra merah tidak aktif saat mengirim atau menerima SMS/telepon dan baru aktif saat ada komunikasi dengan handphone lain atau komputer.

4. Handphone yang memiliki fasilitas komunikasi infra merah, dan dipasarkan di Indonesia, telah memenuhi standar besarnya batas maksimal radiasi yang diperbolehkan dan aman bagi manusia.

Berdasar siaran radio, setelah diselidiki ternyata isu-isu tersebut sebenarnya hanya bermula dari keisengan seorang anak SMA di Bengkulu yang mengirim SMS untuk mengusili temannya. Nah, bermula dari satu orang, akhirnya sms tersebut menyebar ke lebih banyak orang dan menimbulkan berita-berita yang seperti sekarang ini kita dengar. Tapi entah ini benar atau tidak, wallahu a’lam……..

  • [ It’s Me, AENI ]

    Meski hanya sebuah blog yang sederhana, namun dengan niat berbagi dan bertukar informasi tentang dunia Islam, Travelling dan Kriptografi, semoga bisa bermanfaat....

  • Blog Stats

    • 161,047 hits